Showing posts with label Tips menggunakan alat service. Show all posts
Showing posts with label Tips menggunakan alat service. Show all posts

Sunday, 30 October 2011

Cara mengukur kapasitas condensator dengan multitester

Kondensator/kapasitoradalah suatu alat yang dapat menyimpan energi didalam medan listrik,dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.Konsdensator memiliki satuan yang disebut farad,ditemukan oleh michel farraday (1791-1867).
Kondensator juga dikenal sebagai "kapasitor" namun kata kondensator hingga saat ini masih banyak dipakai.Pertama disebut oleh alessandro volta seorang ilmuan itali pada tahun 1782(dari bahasa itali condensatore),berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding dengan yang lainnya.

Kondensator diidentikkan mempunyai 2 kaki dan 2 kutub yaitu positif dan negatif,serta mempunyai cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung,lambang kondensator ini memiliki kutub postif dan negatif pada skema elektronika.
Jenis yang lain dari kondensator biasanya nilai kapasitasnya lebih rendah dan tidak mempunyai kutub positif dan negatif,pada jenis ini kebanyakan berbentuk bulat dan pipih dan berwarna coklat,merah,hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju.Jenis ini sering disebut kapasitor/kondensator keramik


Lambang pada skema elektronik dari kapasitor jenis ini tidak mempunyai kutub.
Satuan dalam kondensator disebut farad,
1 Farad : 9 X 1011cm2
  • 1Farad = 1.000.000 mf (mikro farad)
  • 1mf      = 1.000.000  pf (pikofarad)
  • 1mf      = 1.000 nf (nanofarad)
  • 1nf       =  1.000 pk (pikofarad)
  • 1pf       =  1.000 mmf (mikromikro farad)
Langkah pengukuran:
1.Pilih skala/arahkan jaru skala pada bagian F dan pilih skala ukuran yang sesuai.

Friday, 5 August 2011

Tips memperbaiki Power Supply

Seorang teknisi baik yang sudah profesional maupun yang baru belajar untuk service handphone pasti dan wajib mengenal alat yang satu ini.Power Supply merupakan otak dari seorang teknisi handphone dalam menganalisa kerusakan yang sedang terjadi pada handphone.


Bagaimana jika power supply mengalami kerusakan,tidak semua teknisi handphone adalah orang orang yang ahli dalam bidang elektronik
Ada beberapa macam penyebab kerusakan yang dialami oleh Power Supply,antara lain:

1.Sekering


Fungsi sekering ini sebagai hambatan arus listrik langsun dari sumber tegangan /PLN.Jika arus listrik dari PLN naik maka tegangan listrik yang masuk akan melebihi kapasitas tegangan sekering yang mengakibatkan elemen sekering terputus.
Solusinya:
Jika power supply mati total yang diakibatkan oleh putusnya komponen sekering.Maka harus diganti dengan sekering yang baru.Atau kita bisa menjumper sekering tersebut dengan kabel jumper0.5.
Penggantian kabel jumper ini jangan samapi melebihi kapasitas yang tertera pada sekering.Karena bisa mengkibatkan terbakarnya travo power supply tersebut

2.Travo
Penyelaras arus atau pengubah arus dari AC menjadi DC ini bisa saja terbakar.Kemungkinan besar penyebab kasus ini adalah terlalu lama power supply StandBy.Jika Travo terbakar maka kita harus menggantinya dengan yang baru.

3.Volt Meter/Ampere Meter
Power suply tidak dilengkapi angka meter pada potensionya,Sehingga jka kita menggunakan alat servise yang satu ini kita harus melihat jarum/digit pada voltmeter.
Power suply yang digunakan/standby melebihi jam tayang akan mengakibatkan panas pada komponen divolt meter yang bisa membuat rusak atau terbakar.
Solusinya:
Kita bisa mengganti kumparannya saja atau satu set volt meternya,jika kita tidak menemukan bentuk voltmeter yang sesuai dengan aslinya kita bisa mengganti komonen didalam voltmeternya saja.

Apabila sudah kita ganti voltmeter tapi power suply tetep tidak bisa bekerja,kemungkinan ada arus yang terputus.Nah disini bau peran ilmu elektronika dimainkan.

4.Ic Bios MC 1723 CP
Pada kasus kerusakan diatasi saat kita mengetes tidak terjadi kerusakan,coba kita rehot timah yang menyambungkan kabel dengan PCB maupun pada voltmeter.Jika cara ini tidk berhasil,langkah terakhir kita periksa IC Biosnya.
Lepas IC dari tempatnya,gunakan obeng min (-) untuk mencongkel IC tersebut.Periksa kaki kaki ic tersebut,jika kaki kakinya dalam keadaan baik tapiu tetap tidak bisa menyala,maka ganti Ic tersebut dengan yang baru.

5.Resistor
Coba ulir potensio,apakah pergerakan jarum/digit voltmeter bergerak dengan stabil? Jika pergerakannya mendahului atau lebih lambat dari pergeseran potensio,maka kerusakan seperti ini bisa dipastikan karena rusaknya resistor yang ada di voltmeter.
Solusinya:
a. Pada power Supply bisa kita coba buka volt meter pada sisi belakang. Lepas dua sekrup yang mengikat tutup belakang volt meter. Perhatikan ada sebuah resistor sebagai tahanan arus listrik. Coba periksa tahanan tersebut seharusnya 120kO, jika tahanan melebihi dari nilai itu maka pergerakan jarum akan terasa lebih berat atau berjalan sedikit walaupun potensio telah diputar penuh. Jika tahanan kurang dari 120kO maka jarum akan melonjak atau pergerakannya melebihi putaran potensio

b. Pada power suply digital, coba kita posisikan potensio pada posisi 0-15V kemudia kita ulir kedua potensio, perhatikan pergerakan angka pada power Supply. Kerusakan yang sering terjadi adalah angka tidak mau naik sampai ke angka 15V.
Solusinya:
Perhatikan kedua potensio, kemungkinan besar salah satu bahkan kedua potensio kaki-kakinya terputus atau timah soldernya terlepas. Jika timah soldernya terlepas tinggal kita tambah timah. Tetapi jika kaki potensio terputus, maka kita harus ganti dengan potensio yang baru.

6.Transistor Variabel
Power Supply digital memang akurat terhadap tegangan yang kita inginkan. Contoh, jika kita ingin memilih pada tegangan 3.6V, maka kita tinggal mengulir potensio pada angka 3.6V sesuai angka di label potensio. Masalahnya, suatu ketika power Supply tidak mau mengikuti keinginan kita. Contoh, jika kita ingin memilih pada tegangan 3.6V, maka kita tinggal mengulir potensio pada angka 3.6V tatapi hasilnya bisa kurang atau melebihi ketantuan.
Solusi:
Pada power Supply digital terdapat transistor variable, fungsinya untuk mengatur arus sesuai kebutuhan. Ada 5 transistor variable besarta resistor yang mendampinginya. Di belakang transistor variable ada angka yang tertera untuk menyamakan arus tegangan. Setelah kita putar transistor variable tersebut maka angka pada tampilan power Supply akan berubah.
Sekarang posisikan potensio pada angka 0-15V, apakah digit akan mencapai angka 15V setelah kita ulir? Jika angka melebihi 15V atau kurang maka solusinya ada satu transistor variable yang husus mengatur tegangan pada posisi ini. Letak teransistor variable ini berada di PCB posisinya dibilakang layer/digit.

7.Digit atau Angka berkedip.
Power Supply digital sangat tergantung pada tampilan komponen digital/led. Gimana jika tampilan lagi eror, terkadang berkedip, atau bahkan tidak mau nyala sama sekali? Kita bisa coba periksa IC Bios GC7107CD-A71265HM.
Coba periksa arus listrik yang masuk ke jalur LED. Apabila jalur dan IC Bios GC7107CD-A71265HM dalam kondisi bagus. Maka kita perlu mengganti LED dengan yang baru.

8.Kabel Power suply
Menggunakan power Supply untuk mengetahui kerusakan handphone kita memerlukan sebuah kabel.
pada saat kita gunakan tetapi jarum amper tidak mau bergerak, padahal hand phone dalam kondisi normal, maka kita perlu mengecek keakuratan kabel yang kita gunakan.
kemungkinan besar kabel putus, penyolderal kabel pada papan PCB kurang baik

Saturday, 23 April 2011

Cara mencetak kaki IC BGA

Sebelum kita mencetak kaki IC BGA terlebih dahulu kita persiapkan peralatan untuk bongkar pasang ic.Setelah semua peralatan disiapkan kita lanjutkan pada pekerjaan kita,yang pertama adalah  bersihkan dan ratakan sisa timah yang menempel pada kaki IC BGA dengan solder, posisi solder harus horizontal/mendatar.Selanjtnya pasang IC pada plat BGA sesuai dengan tipe IC nya dengan perekat/isolasi kertas,tujuannya agar IC tidak bergerak/bergeser.

Setelah dipastikan posisinya tepat kemudian oleskan timah pasta/cair secukupnya secara merata dan padat pada lubang plat BGA agar hasil cetakan bagus.
Panasi dengan blower dengan pengaturan tekanan udara kecil agar timah pasta/cair tidak lepas/berhamburan.
Setelah timah matang/mengkilat angkat blower dan tunggu sampai dingin/timah mengeras. Lepas perekat isolasi kemudian angkat IC dari plat BGA dengan menggunakan pinset. Blower ulang IC agar kaki-kaki yang sudah tercetak lebih lengket dan rata.
Proses pencetakan kaki IC BGA selesai.

Cara pengetean IC BGA Secara manual

Sebenarnya IC BGA tidak dapat diukur secara manual, tetapi sebagai pertimbangan dasar untuk mengetahui baik dan tidaknya IC BGA tersebut. Disini kami mencoba untuk ulas cara pengetesan ic BGA secara manual dengan alat pengetesan avo meter/multitester:


1. Posisikan avo pada x1 ohm
2. Untuk pengukuran IC BGA:

IC RF/Hagar: letakkan kabel merah avo pada kaki plus (ada tanda titik) dan kabel hitam pada posisi samping kiri, kanan dan atas perhatikan nilai pergeseran jarum pada avo, nilai posisi kiri, kanan dan atas dalam nilai yang sama.

IC Power, IC Audio: letakkan kabel merah pada kaki plus dan kabel hitam pada sisi kanan dan sisi kiri dari kaki IC BGA, lihat perbandingan pergeseran jarum avo sebelh kanan harus lebih besar dari yang sebelah kiri.
Untuk IC BGA lainnya tidak bias diukur secara manual.

Sunday, 10 April 2011

Peralatan untuk bongkar pasang IC pada Handphone

Ada dua macam bentuk IC, yaitu IC laba-laba dan IC BGA. IC laba-laba memiliki kaki-kaki pada sisi-sisi IC dan IC BGA memiliki kaki-kaki yang berbentuk bola-bola pada bagian bawah IC. Untuk IC laba-laba dalam proses pencabutan dan pemasangannya tidak terlalu sulit, tetapi IC BGA yang memiliki kaki pada posisi bawah IC dibutuhkan teknik dan cara tersendiri.

Peralatan dan perlengkapan :
1. Cairan siongka/flux
Cairan siongka berfungsi untuk mendinginkan dan mempermudah pencairan timah dalam proses pembloweran dan penyolderan.
2. Cairan IPA (aseton/tiner Aspesial) dan timah pasta/cair
Cairan IPA berfungsi membersihkan pcb setelah proses penyolderan dan pembloweran. Dan timah pasta/cair berfungsi untuk mencetak kaki-kaki IC BGA
3. Plat BGA
Merupakan alat pencetak kaki IC BGA yang terbuat dari lempengan plat besi tipis yang terdapat lubang-lubang yang peresisi dengan berbagai macam kaki-kaki IC BGA.
4. Spon/tissue
Digunakan untuk membersihkan ujung solder dari kotoran timah yang meleleh.
5. Solder wick/got wick dan pinset
Solder wick digunakan untuk membersihkan timah-timah yang tersisa pada plat PCB. Sedangkan pinset digunakan untuk memegang IC pada saat proses pencabutan maupun pemasangan IC.
6. blower
merupakan alat yang sangat dibutuhkan oleh teknisi, yang berfungsi : alat pengangkatan dan pemasangan IC atau komponen. Sebagai alat pencetak IC BGA Sebagai pemanas komponen/IC
7. Timah pasta cair
Berfungsi sebagai timah untuk pencetak kaki-kaki iC BGA.
8. Solder
Merupakan alat wajib yang harus dimiliki oles seorang teknisi sebagai alat penyolderan.
9. Timah gulung
Merupakan bahan sebagai pelekat komponen atau ic dengan alat solder, ukuran timah yang digunakan untuk teknisi hand phone yaitu 0.2 atau 0.3 mm.
10. Lampu dan kaca pembesar
Alat ini berfungsi untuk penerangan dan memperbesar penglihatan supaya komponen hand phone bisa dilihat dengan jelas.
11. Power supply
Alat yang satu ini ibaratnya seorang dokter, alat ini mampu memprediksikan kerusakan hand phone. Selain itu alat ini berfungsi sebagai : Sebagai alat charger Sebagai alat kejut batrei Sebagai pengganti tegangan voltage Sebagai analisa kerusakan hend phone

Friday, 1 April 2011

Cara memperbaiki blower

Bagi seorang teknisi, solder uap/blower ibarat suntik/injection seorang dokter. Jika alat yang satu ini rusak, maka terasa pincang dan tidak bisa bekerja dengan benar. Dirombeng dan beli baru�!! Jangan bos�. Mari kita bahas permasalahan blower/solder uap.

1. Blower matot
Jengkel rasanya jika kita mau melepas IC atau me-rehot PCB tiba-tiba blower tidak mau hidup setelah kita tekan tombol on/off.
Solusi: Mula-mula kita lepas delapan sekrup di kesing blower. Ada beberapa kemungkinan penyebab matinya blower antara lain:

a. Tombol on/off nya rusak atau telah aus.
Coba periksa apakah kondisi on/off masih normal. Kemungkinan yang sering terjadi pada tombol on/off adalah soket kabel terlepas dari konektor tombol.

b. Sekering putus,
fungsi sekering ini sebagai hambatan arus listrik langsung dari sumber tegangan/PLN. Jika arus listrik dari PLN naik maka tegangan listrik yang masuk akan melebihi kapasitas tegangan sekering, yang mengakibatkan elemen sekering terputus

2. Blower tidak keluar panas
Fungsi blower adalah untuk melepas IC BGA dan me-rehot PCB. Fungsi blower telah kita kupas habis di buku utama. Apa jadinya kalau blower tidak keluar panas dari head blower�?
Sulusinya:
Lepas ketiga sekrup yang mengikat head blower, kemudian perhatikan elemen blowernya. Teliti dengan benar kondisi soket kabel. Apakah ada yang lepas? Karena koneksinya tergantung pada soket kabel tersebut, jika soket terlepas maka panas tidak akan keluar.


Kalau soket sudah terpasang dengan benar, tetapi panas tidak kunjung dating, langkah selanjutnya ganti elemen blower. Murah meriah dan terjangkau dengan kantong kita. Harga berkisar Rp. 15.000-an. Elemen blower sebenarnya bisa diperbaiki, modalnya Cuma elemen setrika harganya berkisar RP. 1500-an/m tetapi harus telaten dan teliti.

3. Tidak keluar angin
Sebelum kita bahas masalah kompresi angin, perhatikan terlebih dahulu pada kabel power yang terdapat pada tombol on/off.
Jika kabel terpasang dengan benar, maka kita perlu melirik pada komponen kompresor.


Coba nyalakan blower dengan menekan tombol on/off. Kemudian pegang komponen kompresornya. Jika bergetar, maka arus listrik dari sekering berjalan. Coba perhatikan siklus keluar dan masuknya angin, apakah ada kebocoran? Jika tidak, kita periksa transistor variabelnya. Coba putar berlawanan arah jarum jam. Transistor variable ini sebagai tune volume.


Jika kompresor tidak bergetar, kerusakan bisa disebabkan oleh kompresor itu sendiri. Atau bisa juga disebabkan arus listrik dari sekering terputus


4. Bodi nyetrum
Wah gawat�!! Gak perlu risau, mari kita kupas habis masalah ini. Jangan terlalu serius masalah ini sangat sepele. Terkadang kita meremehkan sesuatu yang kita anggap tidak penting, tetapi justru masalah yang tidak penting ini bisa mengakibatkan sesuatu yang sangat genting. Perhatikan gambar berikut:

Bodi/kesing nyetrum diakibatkan adanya arus atau kumparan negative/ground yang renggang.
Solusinya: Ambil obeng plus (+) kemudian kencangkan sekrup dengan keras. Selesai deh�..! selanjutnya pasang kesing dan kita gak perlu was-was takut kesetrum.

5. Potensio/tuner
Rusaknya alat servis yang satu ini bikin pusing kepala. Gimana tidak, saat kita butuh untuk melepas IC BGA blower tidak bisa digunakan. Tidak keluar panas maupun angin seperti yang sudah kita bahas sebelumnya. Kerusakan ini bias juga disebabkan oleh potensio/tuner. Fungsi potersio ini
sebagai tahanan arus listrik untuk mengatur besar kecilnya arus listrik yang kita inginkan.
Potensio bisa direparasi. Rusaknya potensio dikarenakan adanya debu yang masuk, terkadang juga disebabkan oleh karatan. Mereparasi potensio, kita hanya membutuhkan anti karat spray dan kuas lembut.
Pada blower/solder uap, kerap kali rusaknya potensio baik pada Heater maupun Air dikarenakan solderan kurang rekat. Jika potensio kaki-kakinya putus, maka potensio harus diganti dengan yang baru.

6. Blower bunyi
Wah brisik�!! itulah komentar kita pada saat menyalakan blower. Betapa tidak, blower yang sedang on, kompresor akan bergetar. Semakin keras tekanan kompresor maka semakin kencang juga tekanan getar kompresor. Sehingga blower akan berbunyi/bergetar kencang. Tetapi dengan kondisi seperti ini, menandakan bahwa blower dalam kondisi fit.
Loh�kok bisa? Semakin keras daya kompros, maka tekanan udara semakin kencang mengakibatkan kompresor bergetar dengan cepat.
Solusinya:
Coba angkat blower dan balikkan. Amati bagian bawah kesing, blower merek Gordak ada 3 sekerup, blower merek Quick ada 1 sekerup, blower merek Kada ada 1 sekerup. Untuk menghilangkan bunyi, kita lepas semua sekerup. Sekarang pasang kesing penutup atas dan nyalakan blower. Mak nyus��!!

Saturday, 19 March 2011

Cara menggunakan blower


Blower sesuai fungsinya adalah alat pemanas timah dengan tiupan udara panas, hususnya untuk melepas/memasang IC laba-laba dan IC BGA. Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan blower adalah:
  • Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak menggunakan cairan IPA/tiner A special, gunakan kuas lembut jangan sampai merusak komponen di sekitarnya 
  • Ukuran panas �350� celcius dan harus berimbang dengan tiupan angin. 
  • Pada saat menggunakan, mata blower harus barada tepat dan tegak lurus diatas media yang akan dipanasi. 
  • Perhatikan komponen yang dipasang, jangan sampai terbalik pada posisi tanda yang ada di papan PCB. 
  • Lindungi komponen yang mengandung bahan plastic yang ada disekitar IC yang akan dipanasi. Gunakan pinset untuk memegang /menggoyang IC. 
  • Gerakkan head blower memutar beraturan di atas medium yang dipanasi, jangan sampai terfokus atau diam lama di atas medium/IC yang bias mengakibatkan kerusakan. 
  • Jangan memanasi komponen terlalu lama, bisa mengakibatkan rusak atau berkurangnya intensitas komponen.
    Apabila media perekat/timah kurang bagus, maka akan mempengaruhi kinerja komponen. 
  • Pastikan timah menempel sempurna pada papan PCB dab komponen.

Cara menggunakan solder


Solder merupakan alat pemanas untuk menghubungkan jalur atau komponen elektronik,Dalam pemilihan solder yang harus kita perhatikan adalah benda kerja yang akan disolder. Untuk menyolder komponen elektronike dianjurkan menggunakan solder yang berukuran 25-35 watt, supaya tidak terlalu panas yang bias mengakibatkan kerusakan bahan..
Untuk melakukan penyolderan tentunya dibutuhkan kemampuan dak ketelatenan. Ada beberapa persiapan bahan dan alat servis sebelum kita menyolder, antara lain:

  • Timah solder 
  • Multitester 
  • Penjepit PCB 
  • Penghisap solder
  • Pinset
 Untuk melakukan  penyolderan perhatikan langkah langkah berikut:
  1. Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak menggunakan cairan IPA/tiner A special, gunakan kuas lembut jangan sampai merusak komponen di sekitarnya. 
  2. Bersihkan komponen yang akan di solder. 
  3. Berikan flux pada medium yang akan disolder. 
  4. Panaskan solder sampai solder mampu mencairkan timah. 
  5. Pasang komponen yang akan disolder pada papan PCB, kemudian lakukan penyolderan.
Setelah proses penyolderan selesai alangkah baiknya kalau kita lakukan pemeriksaan terhadap komponen tersebut, jangan sampai ada komponen yang penyolderannya kurang baik/rusak akibat pemanasan solder.juga periksa jalur papan PCB jangan sampai ada yang rusak atau tersambung dengan komponen yang lain (konlset).

Friday, 18 March 2011

Cara menggunakan multitester

Satu hal yang wajib dimiliki oleh seorang teknisi elektro adalah multitester,Alat ini tidak bisa lepas juga dari teknisi handphone.Selain menggunakan power suply seorang teknisi juga wajib mengetahui cara menggunakan mutitester.
Multitester dapat digunakan sebagai berikut:

1.Mengukur tegangan (volt meter)
Pasang kabel avo pada posisinya masing-masing Lihat skala pada multitester pada bagian V (volt) ada dua yaitu:
? DC Volt � (tegangan searah) : tegangan batrei, tegangan output IC power dan sebagainya.
? AC Volt ~ (tegangan bolak-balik) tegangan listrik arus kuat (PLN).
Pada umumnya yang digunakan dalam pengukuran arus lemah seperti pengukuran dalam ponsel menggunakan DC Volt. Tentukan objek pengukuran, misalnya akan mengukur batrei nokia yang berkapasitas 3.7V.
? Jika menggunakan skala 20V, maka hasilnya akan akurat terbaca 3.76 Volt.
? Jika menggunakan skala 2V maka hasilnya 1 hasilnya melebihi kapasitas.
? Jika menggunakan skala 200V maka hasilnya tidak akurat, tarbaca 3.6V atau 3.7V
? Jika menggunakan skala 750V maka hasilnya akan tebaca 3V atau 4V (dibulatkan tanpa koma) Setelah objek pengukuran sudah ada, dan skala sudah dipilih dengan tepat. Maka lakukan pengukuran dengan menempelkan kabel merah ke positif batre dan kabel hitam ke negative batre, maka hasil pengukuran akan terbaca oleh avo meter. Jika terbalik hasilnya akan tetap mulcul, namun hasilnya akan negative. Beda dengan avo analog, jika pengukuran terbalik maka jarum avo akan bergerak sampai mentok ke kiri.

2 Mengukur tahanan (ohm meter)
Tentukan objek yang akan diukur (resistor, capasitor, dll) Perhatikan skala pengukuran pada ohm meter:
? 200 artinya untuk mengukur hambatan yang nilainya maksimal 200ohm.
? 2k artinya untuk mengukur hambatan yang nilainya maksimal 2000 ohm (2k ohm)
? 20k artinya untuk mengukur hambatan yang nilainya maksimal 20.000 ohm (20K ohm)
? 200k artinya untuk mengukur hambatan yang nilainya maksimal 200.000 ohm (200k ohm)
? 2m artinya untuk mengukur hambatan yang nilainya maksimal 2.000.000 ohm (2000k ohm / 2 mega ohm) Jika kita tidak mengetahiu besaran nilai yang diukur maka gunakan skala 20k, kemudian lakukan pengukuran. Jika hasilnya overload, maka naikkan skala. Jika hasilnya didital di belakang koma kurang akurat maka turunkan skala.

3. Mengukur kapasitor/condenser 
Pilih skala bagian F dan pilih skala yang sesuai. Lakukan pengukuran pada kapasitor, maka hasilnya akan muncul dengan satuan ukur Farad atau Micro Farad. Tempelkan kaber avo pada salah satu kapasitor, kabel positif dan negative tidak boleh terbalaik. Jika pesisi benar maka akan muncul hasil tegangan. Jika terbalik nilai tegangan tidak akan keluar, jika nilai tegangan
keluar maka kapasitor tersebut menendakan rusak dan harus diganti.

4. Mengukir hambatan jalur
Pilih skala Buzzer, jika kabel avo positif dan negative ditempelkan maka buzzer avo akan berbunyi. Polih objek pengukuran, misalnya akan mengukur jalur swit on/off nokia 2112. Tempelkan kabel positif ke salah satu kaki on/off, kabel negative tempelkan ke kaki IC UEM jalur P7. Maka buzzer avo akan berbunyi, hal itu menandakan jalur dari swit on/off ke IC UEM dalam keadaan bagus. Tetapi jika buzzer avo tidak bunyi, coba pindahkan kaber positif avo ke kaki swit on/off yang satunya. Jika buzzer tetap tidak mau bunyi maka jalur putus, harus dilakukan system jumper.

Tips Menggunakan Power Supply

 Macam-macam kabel 
Merah ( + ) 
Hijau ( BSI ) 
Kuning ( Btem ) 
Hitam ( - )

Type konektor baterai

( + )       BSI        Btem            ( - )





( + )          99 BSI         ( - )




( + )          Btem           ( - )

Fungsi Power Supply

1. Sebagai alat charger
Caranya:
a. Setting voltage power supply sesuai dengan voltage out put TC (Travel Charger).
b. Colokkan kabel TC power supply pada hand phone.
2. Sebagai alat kejut baterai
Caranya
a. Setting voltage power supply ke 12V kemudian matikan.
b. Colokkan kabel ( + ) PS pada ( + ) batrei, kabel ( - ) PS pada ( - ) batrei.
c. Hidupkan power supply, maka proses pengejutan batrei berlangsung dan tunggu sampai turun dua setrip.
3. Sebagai pengganti tegangan voltage
Untuk menganalisa kerusakan hand phone melalui test point diperlukan tegangan batrei. Sebagai pengganti tegangan batrei tersebut kita bisa menggunakan power supply.
Caranya sebagai berikut:
a. Jumper parallel mesin /PCB bagian ( BSI, Btem dan - ) dan beri kabel sebagai tempat colokan  pada  Vbatt.
b. Setting voltage power supply sesuai tegangan batrei. Matikan dan colokkan kabel merah pada ( + ) dan hitam pada ( - ).
c. Hidupkan power supply dan tekan switch on/off hand phone.
4. Sebagai analisa kerusakan handphone
Pada posisi hand phone normal, apabila kita uji menggunakan power supply maka tegangan yang dihasilkan akan menunjukkan nilai tegangan yang naik turun antara 0,15 sampai dengan 0,2. Solusi:
a. Setting voltage power supply sesuai tegangan batrei, kemudian matikan.
b. Colokkan kabel power supply pada konektor batrei sesuai dengan tempatnya.
c. Hidupkan power supply, tekan switch on/off hand phone dan analisa pergerakan jarum amper power supply, sebagai berikut:

1. Pergerakan jarum ampere pada posisi 0,15 merupakan posisi Power.Trouble Shooting: Jika switch on/off ditekan jarum amper naik dan langsung turun ke 0, IC Power bermasalah. Jika switch on/off ditekan jarum amper naik, diam lalu turun ke 0 atau diam terus di atas 0, kasus memori program. Jika switch on/off ditekan jarum amper naik turun-naik turun tetapi hand phon tidan memberikan tanda-tanda kehodupan, kasus memori program.
Jika switch on/off ditekan jarum amper diam tidak bergerak.
Cek:
  • ? Switch on/off.
  • ? Jalur on/off
  • ? Tegangan pada resistor on/off
2. Pergerakan jarum amper pada posisi 0,25 merupakan posisi CPU
3. Pergerakan jarum amper pada posisi 0,17 merupakan posisi RX (reiceiver/penerimaan).
4. Pergerakan jarum amper pada posisi 0,13 merupakan posisi TX (transmitter).
5. Jarum amper sudah ada nilai tegangan sebelum switch on/off ditekan berarti konslet.